Feeds:
Tulisan
Komentar

Mungkin ada beberapa software developer yang lagi bingung kenapa kok tiba-tiba muncul error yang aneh “uncaught exception: Permission denied to call method XMLHttpRequest.open” di web browser mozilla firefox. Klo ya, berarti anda memiliki masalah yang sama dengan saya. Tapi akhirnya masalah teratasi juga hehe

Berikut ini langkah2 untuk memperbaiki firefox anda :

  1. Masuk ke konfigurasi firefox dengan cara ketikkan about:config di address firefox kemudian tekan enter
  2. Tambahkan Key-key berikut ini (Klik kanan->New->String)
    1. capability.policy.XMLHttpRequestToAnySite.XMLHttpRequest.open dengan value allAccess
    2. capability.policy.XMLHttpRequestToAnySite.sites dengan value http://localhost (sesuaikan dengan IP Address atau alamat kerja anda misal http://192.168.31.91:8080)
    3. capability.policy.policynames dengan value XMLHttpRequestToAnySite
  3. Tambahkan sebuah file dengan nama user.js pada direktori C:\Documents and Settings\nama_user\Application Data\Mozilla\Firefox\Profiles\xxxxxxx.default (nilai xxxxxxx berbeda untuk tiap komputer) . Isi file user.js tersebut contohnya adalah sbb :
user_pref("capability.policy.XMLHttpRequestToAnySite.XMLHttpRequest.open", “allAccess");
user_pref("capability.policy.XMLHttpRequestToAnySite.sites", “http://192.168.31.91:8080");
user_pref("capability.policy.policynames", “XMLHttpRequestToAnySite");

Solusi ini berhasil mengatasi masalah saya, semoga masalah anda juga bisa teratasi…

Peace…

Tukang Becak yang Naik Haji

Tidak semua sosok penarik becak
berada dibawah garis kemiskinan dan kumuh. Haji Wahid (56),penarik becak, yang
biasanya mangkal di kawasan Gunung Pereng Kec. Cihideung, Tasikmalaya, adalah
sosok lain dari seorang penarik becak. Selain santun, Wahid ulet dan rajin
menabung. Buah dari semua itu, ia bersama istrinya Hj. Siti Hujaenah, bisa
menunaikan ibadah haji pada tahun 2004.”Saya bersyukur, karena dari hasil
cucuran keringat ini, bisa naik haji dan menyekolahkan anak,” kata Hawid
saat ditemui di Terminal Bus Tasikmalaya, Jumat (5/5).

Pada tahun 1972 Wahid memulai
bekerja sebagai penarik becak di Gunung Pereng. Ia mendapatkan becaknya dari
hasil kredit yang dibayarkannya setiap hari. “Waktu iu saya mencicil Rp
150,00/hari. Cicilan itu, saya bayar selama kurang lebih setahun,” kata
warga Jl. Paseh Kota Tasikmalaya ini.

Lunas membayar becak, ayah tiga
anak ini mulai menabung untuk membeli tanah buat tempat tinggalnya. Berkat
kerja keras siang dan malam menarik becak, serta kedisiplinannya dalam
menggunakan uang, ia mampu membeli tanah dan membangun rumah. “Sebagian
dari hasil menarik becak, saya tabungkan untuk berbagai keperluan,”
katanya.

Lalu ia kembali mengambil cicilan
becak, dengan harapan bisa disewakan kepada rekan lainnya. Ternyata cara itu
cukup menambah penghasilan bagi Wahid. Dari satu becak, lalu sampai akhirnya
tahun ini, ia bisa memiliki 40 becak. “Di antaranya, 25 becak milik saya
disewakan dengan tarif Rp 4.000,00/hari. Sisanya, saya kreditkan kepada orang
lain,” ujarnya.

Tidak hanya itu, sejak punya dua
becak, keluarga ini menabung agar bisa naik haji. Tak ada target harus berapa
besar tabungan terisi setiap bulannya. Wahid hanya menyisihkan uang dari hasil
usahanya, setelah digunakan untuk makan serta kebutuhan sehari-hari.

Ia juga berhasil menyekolahkan
ketiga anaknya dengan baik. Anak pertama, Wawan lulusan Diploma 2, adiknya Eva
jebolan SLTA. Si bungsu Dedi, masih sekolah di SMA.

Setelah becaknya bertambah, ia
akhirnya mendirikan kamar kontrakan di daerah Gunung Pereng, Kota Tasikmalaya.
Saat ini, ada 25 kamar yang disewakan oleh Wahid. Setiap kamarnya, disewakan Rp
85.000,00/bulan. “Lumayan untuk menambah penghasilan,” katanya.

Setelah merasa tabungan yang
dikumpulkannya selama 30 tahun jumlahnya cukup, pada tahun 2003 ia mendaftarkan
diri untuk berangkat haji beserta istrinya. Pada tahun 2004, Wahid bisa pergi
ke tanah suci untuk menunaikan rukun Islam kelima. Perasannya, benar-benar
bahagia karena sesuatu yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan ia bisa pergi
ke tanah suci.

Hingga kini sekarang Wahid yang
rajin ibadah ini, tetap mengayuh becak. Sehari ia kadang mendapatkan Rp
10.000,00 hingga Rp 20.000,00. Tapi kadang dia juga sama sekali kosong. Tapi
semua itu, dijalani dengan kesabaran, keuletan, dan kerja keras.

Wahid bisa membuktikan bahwa
penarik becak juga bisa hidup dengan baik.

Sumber: Pikiran Rakyat, 6 Mei
2006

Yang menarik perhatian kita
adalah cara Pak Wahid meningkatkan penghasilannya. Dia tidak bekerja mengayuh
becak 24 jam.., dan pasti dia tahu itu tidak mungkin. Tapi yang dilakukannya
adalah menyisihkan dari penghasilannya untuk mulai berinvestasi. Pertama dengan
mengambil kredit becak lagi, untuk kemudian disewakan kepada orang lain.
Selanjutnya bahkan dia membeli becak, untuk dikreditkan kepada orang lain.
Artinya, Pak Wahid sudah membuka usaha LEASING becak. Tahap selanjutnya dari
penghasilannya tersebut dia membeli tanah untuk membangun rumah/kamar
kontrakan.

Coba kita hitung saja, sekarang
kamar kontrakannya ada 25 buah, disewakan Rp 85.000,00 per bulan. Berarti kalau
sewaan terisi penuh Pak Wahid akan memperoleh penghasilan 25 x Rp 85.000,00 =
Rp 2.125.000,00. Waw.., S1 fresh graduate aja gajinya ga sampe segini. Dan Pak
Wahid sebetulnya tidak harus bekerja lagi, dia tetap akan menerima penghasilan
dari sewaan kamar dan sewaan becak miliknya. Namun, Pak Wahid tetap juga
mengayuh becak. Ga tau kenapa….? Apakah itu adalah His Calling? (ya kan
Pak Harry?)

Saya tidak tahu apakah Pak Wahid
membaca buku Robert Kiyosaki? Atau sempat membaca bukunya Valentino Dinsi, atau
bukunya Safir Senduk? Saya kira tidak. Pak Wahid mulai menarik becak sejak
tahun 1972. Buku-buku tersebut belum terbit di Indonesia.
Tapi Pak Wahid sudah memiliki satu kecerdasan lain yang tidak banyak dimiliki
oleh orang lain, yaitu Kecerdasan Finansial.

Saya sendiri merasa malu.., bisa
jadi saya memiliki penghasilan yang lebih besar dari Pak Wahid. Tapi saya
hingga saat ini belum memiliki aset yang bisa dibilang benar-benar aset.
Mungkin diantara anda juga mengalami hal yang sama, bekerja tiap hari, kok gaji
ga cukup-cukup ya..? Kok saya puluhan tahun terus bekerja, belum juga punya
aset..?

Sepertinya kita harus mulai
bercermin dari Pak Wahid. Ya kan
Pak Safir Senduk..? Hehehe

April Mop

April Mop, Tragedi Pembantaian Umat Islam Spanyol

Tiap tanggal 1 April, ada saja orang—terutama anak-anak muda—yang merayakan hari tersebut dengan membuat aneka kejutan atau sesuatu keisengan. April Fools Day, demikian orang Barat menyebut hari tanggal 1 April atau lebih popular disebut sebagai ‘April Mop’. Namun tahukah Anda jika perayaan tersebut sesungguhnya berasal dari sejarah pembantaian tentara Salib terhadap Muslim Spanyol yang memang didahului dengan upaya penipuan? Inilah sejarahnya yang disalin kembali sebagiannya dari buku “Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Halloween: So What?” (Rizki Ridyasmara, Pustaka Alkautsar, 2005)

SEJARAH APRIL MOP

Perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu sesungguhnya berawal dari satu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan. April Mop atau The April’s Fool Day berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 atau bertepatan dengan 892 H. Sebelum sampai pada tragedi tersebut, ada baiknya menengok sejarah Spanyol dahulu ketika masih di bawah kekuasaan Islam.

Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah bisa dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walau sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah Barat yang berupa pegunungan.

Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam begitu baik dan rendah hati, maka banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan hanya beragama Islam, namun mereka sungguh-sungguh mempraktekkan kehidupan secara Islami. Mereka tidak hanya membaca Al-Qur’an tapi juga bertingkah laku berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.

Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun mereka selalu gagal. Telah beberapa kali dicoba tapi selalu tidak berhasil. Dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam di Spanyol. Akhirnya mata-mata itu menemukan cara untuk menaklukkan Islam di Spanyol, yakni pertama-tama harus melemahkan iman mereka dulu dengan jalan serangan pemikiran dan budaya.

Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirim alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari ketimbang baca Qur’an. Mereka juga mengirim sejumlah ulama palsu yang kerjanya meniup-niupkan perpecahan di dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.

Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan Salib. Penyerangan oleh pasukan Salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang idbantai, juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua, semuanya dihabisi dengan sadis.

Satu persatu daerah di Spanyol jatuh, Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Kristen terus mengejar mereka.

Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara Salib mengetahui bahwa banyak Muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara Salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar dari Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka. “Kapal-kapal yang akan membawa kalian keluar dari Spanyol sudah kami persiapkan di pelabuhan. Kami menjamin keselamatan kalian jika ingin keluar dari Spanyol, setelah ini maka kami tidak lagi memberikan jaminan!” demikian bujuk tentara Salib.

Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Beberapa dari orang Islam diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah dipersiapkan, maka mereka segera bersiap untuk meninggalkan Granada bersama-sama menuju ke kapal-kapal tersebut. Mereka pun bersiap untuk berlayar.

Keesokan harinya, ribuan penduduk Muslim Granada yang keluar dari rumah-rumahnya dengan membawa seluruh barang-barang keperluannya beriringan jalan menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai tentara Salib bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumahnya. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang telah itinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika para tentara Salib itu membakari rumah-rumah tersebut bersama orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.

Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan hanya bisa terpana ketika tentara Salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang tentara Salib itu telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.

Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib itu segera membantai dan menghabisi umat Islam Spanyol tanpa perasaan belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Dengan buas tentara Salib terus membunuhi warga sipil yang sama sekali tidak berdaya.

Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman. Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The Aprils Fool Day).

Bagi umat Islam April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya seiman disembelih dan dibantai oleh tentara Salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas jika ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Sebab dengan ikut merayakan April Mop, sesungguhnya orang-orang Islam itu ikut bergembira dan tertawa atas tragedi tersebut. Siapa pun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, beberapa abad silam.(rizki)

Pohon Apel

Mari kita renungkan…..

Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari.
Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya,
Tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu . Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.

Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih . Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,’ pinta pohon apel itu. Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,’ jawab anak lelaki itu.’Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.’

Pohon apel itu menyahut, ‘Duh, maaf aku pun tak punya uangtetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.’ Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang . Ayo bermain-main denganku lagi,’ kata pohon apel. Aku tak punya waktu,’ jawab anak lelaki itu. Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal . Maukah kau menolongku?’ Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah.

Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu,’ kata pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira.Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.’Ayo bermain-main lagi denganku,’ kata pohon apel.’Aku sedih ,kata anak lelaki itu.’Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?’

‘Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah.’

Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. Maaf anakku,’ kata pohon apel itu. Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.’ Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu,’ jawab anak lelaki itu.

Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat ,kata pohon apel.’Sekarang , aku sudah terlalu tua untuk itu ,’ jawab anak lelaki itu.’Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu . Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini,’ kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.

Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang ,’ kata anak lelaki .
Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu .’ Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.’ Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon.

Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

Pohon apel itu adalah orang tua kita .
Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita.
Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu , tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.

Sebarkan cerita ini untuk mencerahkan lebih banyak rekan.

Dan, yang terpenting: cintailah orang tua kita.
Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.

Etika Makan dan Minum

Orang Muslim melihat makanan dan minuman itu sebagai sarana, dan bukan tujuan. Ia makan dan minum untuk menjaga kesehatan badannya karena dengan badan yang sehat, ia bisa beribadah kepada Allah Ta’ala dengan maksimal. Itulah ibadah yang menyebabkannya memperoleh kemuliaan, dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Ia tidak makan minum karena makanan dan minuman, serta syahwat keduanya saja.

 

Oleh karena itu, jika ia tidak lapar ia tidak makan, dan jika ia tidak kehausan maka ia tidak minum. Rasulullah saw. bersabda, “Kami adalah kaum yang tidak makan kecuali kami lapar, dan jika kami makan maka kami tidak sampai kekenyangan.”

 

Etika Sebelum Makan

 

Etika sebelum makan adalah sebagai berikut :

 

1. Makanan dan minumannya halal, bersih dari kotoran-kotoran haram, dan syubhat, karena Allah Ta’ala berfirman,

 

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepada kalian.” (Al-Baqarah:172).

 

Yang dimaksud rizki yang baik ialah halal yang tidak ada kotoran di dalamnya.

 

2. Ia meniatkan makanan dan minumannya untuk menguatkan ibadahnya kepada Allah Ta’ala, agar ia diberi pahala karena apa yang ia makan, dan ia minum. Sesuatu yang mubah jika diniatkan dengan baik, maka berubah statusnya menjadi ketaatan dan seorang Muslim diberi pahala karenanya.

 

3. Ia mencuci kedua tangannya sebelum makan jika keduanya kotor, atau ia tidak dapat memastikan kebersihan keduanya.

 

4. Ia meletakkan makanannya menyatu di atas tanah, dan tidak di atas meja makan, karena cara tersebut lebih dekat kepada sikap tawadlu’, dan karena ucapan Anas bin Malik ra, “Rasulullah saw. pernah makan di atas meja makan atau di piring.” (Diriwayatkan Al-Bukhari).

 

5. Ia duduk dengan tawadlu dengan duduk berlutut, atau duduk di atas kedua tumitnya, atau menegakkan kaki kanannya dan ia duduk di atas kaki kirinya, seperti duduknya Rasulullah saw., karena Rasulullah saw. bersabda,

 

“Aku tidak makan dalam keadaan bersandar, karena aku seorang budak yang makan seperti makannya budak, dan aku duduk seperti duduknya budak.” (Diriwayatkan Al-Bukhari).

 

6. Menerima makanan yang ada, dan tidak mencacatnya, jika ia tertarik kepadanya maka ia memakannya, dan jika ia tidak tertarik kepadanya maka ia tidak memakannya, karena Abu Hurairah ra berkata, “Rasulullah saw. tidak pernah sekali pun mencacat makanan, jika beliau tertarik kepadanya maka beliau memakannya, dan jika beliau tidak tertarik kepadanya maka beliau meninggalkannya.” (Diriwayatkan Abu Daud).

 

7. Ia makan bersama orang lain, misalnya dengan tamu, atau istri, atau anak, atau pembantu, karena Rasulullah saw. bersabda,

 

“Berkumpullah kalian di makanan kalian niscaya kalian diberi keberkahan di dalamnya.” (Diriwayatkan Abu Daud dan At-Tirmidzi yang men-shahih-kannya).

 

Etika ketika sedang Makan

 

Di antara etika sedang makan ialah sebagai berikut:

 

1. Memulai makan dengan mengucapkan basmalah, karena Rasulullah saw. bersabda,

 

“Jika salah seorang dari kalian makan, maka sebutlah nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa tidak menyebut nama Allah, maka hendaklah ia menyebut nama Allah Ta’ala pada awalnya dan hendaklah ia berkata, Dengan nama Allah, sejak awal hingga akhir.” (Diriwayatkan Abu Daud dan At-Tirmidzi yang men-shahih-kannya).

 

2. Mengakhiri makan dengan memuji Allah Ta’ala, karena Rasulullah saw. bersabda,

 

“Barangsiapa makan makanan, dan berkata, ‘Segala puji bagi Allah yang memberi makanan ini kepadaku, dan memberikannya kepadaku tanpa ada daya dan upaya dariku’, maka dosa-dosa masa lalunya diampuni.” (Muttafaq Alaih).

 

3. Ia makan dengan tiga jari tangan kanannya, mengecilkan suapan, mengunyah makanan dengan baik, makan dari makanan yang dekat dengannya (pinggir) dan tidak makan dari tengah piring, karena dalil-dalil berikut

 

Rasulullah saw. bersabda kepada Umar bin Salamah,

 

“Hai anak muda, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari makanan yang dekat denganmu (pinggir).” (Muttafaq Alaih).

 

“Keberkahan itu turun di tengah makanan. Maka oleh karena itu, makanlah dari pinggir-pinggirnya, dan janqan makan dari tengahnya.” (Muttafaq Alaih).

 

4. Mengunyah makanan dengan baik, menjilat piring makanannya sebelum mengelapnya dengan kain, atau mencucinya dengan air, karena dalil-dalil berikut:

 

Rasulullah saw. bersabda,

 

“Jika salah seorang dari kalian makan makanan, maka ia jangan membersihkan jari-jarinya sebelum ia menjilatnya.” (Diriwayatkan Abu Daud dan At-Tirmidzi yang men-shahih-kannya).

 

Ucapan Jabir bin Abdullah ra bahwa Rasulullah saw. memerintahkan menjilat jari-jari dan piring. Beliau bersabda,

 

“Sesungguhnya kalian tidak mengetahui di makanan kalian yang mana keberkahan itu berada.” (Diriwayatkan Muslim).

 

5. Jika ada makanannya yang jatuh, ia mengambil dan memakannya, karena Rasulullah saw. bersabda,

 

“Jika sesuap makanan kalian jatuh, hendaklah ia mengambilnya, membuang kotoran daripadanya, kemudian memakan sesuap makanan tersebut, serta tidak membiarkannya dimakan syetan.” (Diriwayatkan Muslim).

 

6. Tidak meniup makanan yang masih panas, memakannya ketika telah dingin, tidak bernafas di air ketika minum, dan bernafas di luar air hingga tiga kali, karena dalil-dalil berikut:

 

Hadits Anas bin Malik ra berkata, “Rasulullah saw. bernafas di luar tempat minum hingga tiga kali.” (Muttafaq Alaih).

 

Hadits Abu Said Al-Khudri ra, bahwa Rasulullah saw. melarang bernafas di minuman. (Diriwayatkan At-Tirmidzi yang men-shahih-kannya).

 

Hadits lbnu Abbas ra bahwa Rasulullah saw. melarang bernafas di dalam minuman, atau meniup di dalamnya. (Diriwayatkan At-Tirmidzi yang men-shahih-kannya).

 

7. Menghindari kenyang yang berlebih-lebihan, karena Rasulullah saw., bersabda,

 

“Anak Adam tidak mengisi tempat yang lebih buruk daripada perutnya. Anak Adam itu sudah cukup dengan beberapa suap yang menguatkan tulang punggungnya. Jika ia tidak mau (tidak cukup), maka dengan seperti makanan, dan dengan seperti minuman, dan sepertiga yang lain untuk dirinya.” (Diriwayatkan Ahmad, Ibnu Majah, dan Al-Hakim. Hadits ini hasan).

 

8. Memberikan makanan atau minuman kepada orang yang paling tua, kemudian memutarnya kepada orang-orang yang berada di sebelah kanannya dan seterusnya, dan ia menjadi orang yang terakhir kali mendapatkan jatah minuman, karena dalil-dalil berikut:

 

Sabda Rasulullah saw.,

 

“Mulai dengan orang tua. Mulailah dengan orang tua.”

 

Maksudnya, mulailah dengan orang-orang tua.

 

Rasulullah saw. meminta izin kepada Ibnu Abbas untuk memberi makanan kepada orang-orang tua di sebelah kiri beliau, sebab Ibnu Abbas berada di sebelah kanan beliau, sedang orang-orang tua berada di sebelah kiri beliau. Permintaan izin Rasulullah saw. kepada Ibnu Abbas untuk memberikan makanan kepada orang-orang tua di sebelah kiri beliau itu menunjukkan bahwa orang yang paling berhak terhadap minuman ialah orang yang duduk di sebelah kanan.

 

Sabda Rasulullah saw.,

 

“Sebelah kanan, kemudian sebelah kanan.” (Muttafaq Alaib).

 

“Pemberi minuman ialah orang yang paling akhir meminum.”

 

9. Ia tidak memulai makan, atau minum, sedang di ruang pertemuannya terdapat orang yang lebih berhak memulainya, karena usia atau karena kelebihan kedudukannya, karena hal tersebut melanggar etika, dan menyebabkan pelakunya dicap rakus. Salah seorang penyair berkata,

 

Jika tangan-tangan dijulurkan kepada perbekalan,

 

Maka aku tidak buru-buru mendahului mereka,

 

sebab orang yang paling rakus ialah

 

orang yang paling buru-buru terhadap makanan.

 

10. Tidak memaksa teman atau tamunya dengan berkata kepadanya, ’silakan makan’, namun ia harus makan dengan etis (santun) sesuai dengan kebutuhannya tanpa merasa malu-malu, atau memaksa diri malu-malu, sebab hal tersebut menyusahkan teman atau tamunya, dan termasuk riya’, padahal riya’ itu diharamkan.

 

11. Ramah terhadap temannya ketika makan bersama dengan tidak makan lebih banyak dari porsi temannya, apalagi jika makanan tidak banyak, karena makan banyak dalam kondisi seperti itu termasuk memakan hak (jatah) orang lain.

 

12. Tidak melihat teman-temannya ketika sedang makan, dan tidak melirik mereka, karena itu bisa membuat malu kepadanya. Ia harus menahan pandangannya terhadap wanita yang makan di sekitarnya, dan tidak mencuri-curi pandangan terhadap mereka, karena hal tersebut menyakiti mereka membuat mereka marah dan ia pun mendapat dosa karena perbuatannya tersebut.

 

13. Tidak mengerjakan perbuatan-perbuatan yang dipandang tidak sopan oleh masyarakat setempat. Misalnya, ia tidak boleh mengibaskan tangannya di piring, tidak mendekatkan kepalanya ke piring ketika makan agar tidak ada sesuatu yang jatuh dari kepalanya ke piringnya, ketika mengambil roti dengan giginya ia tidak boleh mencelupkan sisanya di dalam piring, dan tidak boleh berkata jorok, sebab hal ini mengganggu salah satu temannya, dan mengganggu seorang Muslim itu haram hukumnya.

 

14. Jika ia makan bersama orang-orang miskin, ia harus mendahulukan orang miskin tersebut. Jika ia makan bersama saudara-saudaranya, ia tidak ada salahnya bercanda dengan mereka dalam batas-batas yang diperbolehkan. Jika ia makan bersama orang yang berkedudukan, maka ia harus santun, dan hormat terhadap mereka.

 

Etika Setelah Makan

 

Di antara etika setelah makan ialah sebagai berikut:

 

1. Ia berhenti makan sebelum kenyang, karena meniru Rasulullah saw. agar ia tidak jatuh dalam kebinasaan, dan kegemukan yang menghilangkan kecerdasannya.

 

2. Ia menjilat tangannya, kemudian mengelapnya, atau mencucinya. Namun mencucinya lebih baik.

 

3. Ia mengambil makanan yang jatuh ketika ia makan, karena ada anjuran terhadap hal tersebut, dan karena itu adalah bagian dari syukur atas nikmat.

 

4. Membersihkan sisa-sisa makanan di gigi-giginya, dan berkumur untuk membersihkan mulutnya, karena dengan mulutnya itulah ia berdzikir kepada Allah Ta’ala, berbicara dengan saudara-saudaranya, dan karena kebersihan mulut itu memperpanjang kesehatan gigi.

 

5. Memuji Allah Ta’ala setelab ia makan, dan minum. Ketika ia minum susu, ia berkata, “Ya Allah, berkahilah apa yang Engkau berikan kepada kami, dan tambahilah rizki-Mu (kepada kami)”. Jika berbuka puasa di tempat orang, ia berkata, “Orang-orang yang mengerjakan puasa berbuka puasa di tempat kalian, orang-orang yang baik memakan makanan kalian, dan semoga para malaikat mendoakan kalian.”

Sumber : www.alislamu.com

Tantra Totem (Sebuah nasehat dari cina)

Tantra Totem

BERIKUT INI ADALAH SEBUAH TANTRA TOTEM KEBERUNTUNGAN CINA

Anda mungkin tidak percaya ini tapi nasehatnya luar biasa.
Baca sampai habis, anda akan belajar sesuatu !!!

SATU.
berikan mereka lebih dari yang mereka harapkan dan lakukan itu dengan senang hati.

DUA.
Menikahlah dengan pria/wanita yang anda cintai.
Ketika anda beranjak tua, keahlian percakapan mereka akan mejadi sepenting seperti hal lain.

TIGA.
Jangan percaya dengan apa yang anda dengar,
Habiskan apa anda miliki atau tidur semau anda.

EMPAT.
Ketika anda ucapkan, “Aku mencintaimu”, Seriuslah.

LIMA.
Ketika anda ucapkan, “Maafkan saya”, pandang mata orang itu.

ENAM.
Tunanganlah sedikitnya enam bulan sebelum anda menikah.

TUJUH.
Percayalah pada cinta pandangan pertama.

DELAPAN.
Jangan tertawakan/remehkan impian orang.Orang yang tidak punya impian adalah miskin.

SEMBILAN.
Cintailah dengan mendalam dan bergairah. Anda mungkin akan terluka, tapi ini satu-satunya cara untuk menjalani hidup
sebenarnya.

SEPULUH.
Saat terjadi percekcokan/pertengkaran, Janganlah menyebut nama.

SEBELAS.
Jangan menilai orang karena dengan siapa mereka berteman.

DUABELAS.
Bicaralah pelan tapi berpikirlah cepat.

TIGABELAS.
Ketika seseorang mengajukan pertanyaan, yang anda sendiri tidak ingin menjawabnya, tersenyumlah dan tanya, “Kenapa anda ingin tahu?”

EMPATBELAS.
Ingat bahwa cinta dan kesuksesan besar membutuhkan pengorbanan.

LIMABELAS.
Ucapkan “berkah bagimu” saat anda mendengar orang bersin.

ENAMBELAS.
Ketika anda kalah, jangan lupakan pelajaran yang didapat.

TUJUHBELAS.
Hargai diri sendiri;
Hargai orang lain;
Bertanggung jawab pada semua yang anda lakukan.

DELAPANBELAS.
Jangan biarkan pertengkaran kecil merusak persahabatan yang besar.

SEMBILANBELAS.
Ketika anda sadar telah berbuat kesalahan Ambil langkah segera untuk memperbaikinya.

DUAPULUH.
Tersenyumlah saat menerima telepon.
Penelpon akan mendengarnya dari suara anda.

DUAPULUH DUA.
Habiskan waktu sendirian.

Ini adalah sebuah nasehat dari cina, tapi ingat tulisan di atas hanyalah sebuah tulisan karya manusia yang tidak semuanya benar. Ambilah yang menurut anda benar dan buanglah yang menurut anda salah. Semoga bisa bisa bermanfaat dan memberikan pencerahan kepada anda.